Analisis Sambaran Petir di Rejoso, Kab. Pasuruan

  • Rozar Putratama
  • 12 Jan 2024

Penulis:

  1. Rozikan, S.Kom.
  2. Satrio Happrobo, S.Si, M.Si

Petir adalah pelepasan muatan listrik berarus tinggi yang panjang lintasan sambarannya diukur dalam satuan kilometer. Petir terjadi karena pelepasan muatan listrik yang dipisahkan dalam awan cumulonimbus (Uman, 1987). Pelepasan muatan pada petir berdasarkan jenis sambarannya dibagi menjadi empat jenis. Pertama adalah pelepasan muatan listrik dari awan ke tanah (Cloud to Ground, CG). Kedua adalah pelepasan muatan dari awan ke awan atau awan ke udara (Cloud to Air, CA). Ketiga yaitu pelepasan muatan antar awan (Cloud to Cloud) dan yang terakhir pelepasan muatan dalam satu awan (Intracloud/ IC). Narut (2018) menyatakan bahwa sambaran petir dari awan ke tanah (Cloud to Ground/ CG) adalah jenis petir yang paling berbahaya karena secara langsung dapat mempengaruhi aktivitas manusia.

Sambaran petir ke permukaan tanah dapat menimbulkan kerusakan pada alat-alat elektronik di dalam bangunan, baik sambaran secara langsung ataupun tidak langsung. Sambaran petir secara langsung adalah sambaran yang langsung mengenai benda atau objek di permukaan tanah. Sementara itu, sambaran tidak langsung diartikan sebagai sambaran petir yang terjadi karena induksi elektromagnetik (Zoro, 2009).

- Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Gempabumi Terkini

  • 19 April 2024, 14:22:55 WIB
  • 3.5
  • 6 km
  • 2.93 LS - 119.40 BT
  • Pusat gempa berada di darat 8 km Tenggara Mamasa
  • Dirasakan (Skala MMI): III Mamasa
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 8 km Tenggara Mamasa
  • Dirasakan (Skala MMI): III Mamasa
  • Selengkapnya →