BMKG Padang Panjang-BPBD Kabupaten Pasaman Kurangi Resiko Bencana

  • Dwi Rini
  • 10 Agu 2017
BMKG Padang Panjang-BPBD Kabupaten Pasaman Kurangi Resiko Bencana

Padang Panjang - Kamis (3/8/2017), Dalam rangka menjalin kerjasama penanggulangan, antisipasi dan upaya meminimalisir dampak kerusakan dan kerugian akibat bencana yang disebabkan oleh faktor Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika di wilayah kabupaten Pasaman, BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang dan BPBD Kabupaten Pasaman melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Pemanfaatan Informasi Gempabumi, Cuaca Ekstrim, Iklim Ekstrim, Hotspot dan Kabut Asap untuk penanggulangan bencana diwilayah kabupaten Pasaman.

Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani di kantor BMKG Padang Panjang oleh Rahmat Triyono, ST,Dipl.Seis, M.Sc selaku Kepala Stasiun Geofisika Silaing Bawah Padang Panjang yang mengkoordinasikan pelayanan informasi Meteorologi, Klimatologi, Geofisika dan Kualitas Udara di Provinsi Sumatera Barat dan Maspet Kenedi,SH, MHum Selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman. Hadir dalam penandatanganan PKS ini antara lain para Kepala UPT BMKG se Sumatera Barat dan pejabat struktural dilingkungan BPBD Pasaman.

Pasaman adalah salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 3.947,63 km2 sebelah barat berpatasan dengan kabupaten Pasaman Barat dan Provinsi Sumatera Utara, sebelah Timur berbatasan dengan Kab. Limapuluh Kota dan Prop. Riau, sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara dan di bagian Selatan berbatadan dengan Kab. Agam. Potensi bencana yang dapat terjadi di kabupaten pasaman antara lain; banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, puting beliung dan juga gempabumi, karena wilayah kabupaten Pasaman dilalui oleh sesar Sumatera mulai dari Rao sampai ke Bonjol.

Melihat kondisi kebencanaan seperti ini, BMKG telah memasang perangkat diseminasi informasi Digital video Broadcash/DVB sebagai sarana penerima informasi dari BMKG dan pada tahun 2017 ini BMKG akan melakukan pemasangan accellerometer di kecamatan Rao dan Bonjol, dengan terpasangnya accelerometer ini diharapkan semakin merapatkan jaringan sensor yg dapat meningkatkan akurasi informasi dampak yang diakibatkan oleh gempabumi, dan peralatan ini juga dapat berfungsi untuk menentukan nilai percepatan tanah, Informasi ini dapat digunakan sebagai data dukung untuk perencanaan dalam tataruang tidak hanya di wilayah Pasaman tapi bermanfaat juga bagi wilayah di Sumatera Barat lainnya ::: BMKG Padang Panjang

 

  • 16 Des 2017, 07:22:28 WIB
  • 5.7 SR
  • 10 Km
  • 8.09 LS - 106.76 BT
  • 16 Des 2017, 07:22:28 WIB
  • 5.7 SR
  • 10 Km
  • 8.09 LS 106.76 BT
  • Pusat gempa berada di laut 129 km baratdaya Garut
  • Dirasakan (Skala MMI) : II Pelabuhan Ratu, II Pengalengan, II Cimahi, II Bogor,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual