Siaran Pers : Siklon Tropis Blance dan Kondisi Cuaca di Indonesia (5 Maret 2017)

  • Hary Tirto Djatmiko
  • 05 Mar 2017
Siaran Pers : Siklon Tropis Blance dan Kondisi Cuaca di Indonesia (5 Maret 2017)

Pusat tekanan rendah yang Jumat lalu teridentifikasi di Laut Arafuru bagian utara telah tumbuh menjadi Siklon Tropis Blance hari ini, Minggu, 5 Maret 2017 tepatnya pada pukul 13.00 WIB siang tadi, di perairan sebelah barat Darwin, Australia. Kecepatan angin di dekat pusat Siklon Tropis Blance saat ini mencapai 75 km/jam dan tekanan udara minimum di pusatnya tercatat 992 hPa. Siklon tropis Blance diperkirakan bergerak menuju barat daya mencapai wilayah Kalumburu, Australia Barat esok hari, Senin, 6 Maret 2017 pukul 13 WIB. Keberadaan siklon tropis Blance mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan hujan dan gelombang tinggi di wilayah Indonesia.

Sementara itu, fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dengan intensitas sedang saat ini tengah melintasi Sumatera dan menimbulkan peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. MJO diperkirakan terus bergerak ke timur dengan intensitas melemah.

Batas seruakan udara kering dari perairan sebelah barat Australia saat ini berada di perairan sebelah selatan Jawa, dengan intensitas lemah. Kondisi ini diperkirakan masih akan stabil hingga 2 hari kedepan.

Hingga Selasa, 7 Maret 2017, keberadaan siklon tropis Blance, MJO dan seruakan udara kering mengakibatkan adanya potensi hujan lebat disertai kilat/petir ataupun hujan ringan/sedang berdurasi lama di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Sedangkan potensi angin kencang berdurasi lama dan/atau puting beliung berdurasi singkat dapat terjadi di Kalimantan Selatan, pesisir selatan Kalimantan Tengah, Pesisir timur Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, baliho dan papan iklan yang mungkin bisa jatuh, serta jalan licin.

Gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan barat Kep. Simeulue hingga Kep. Mentawai, perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, perairan Kep. Sangihe dan Kep. Talaud, Laut Maluku, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, perairan Kep. Sermata hingga Kep. Leti, perairan Kep. Babar hingga Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah dan timur serta Laut Timor.

Dan gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Laut Arafuru bagian barat.

Pengguna jasa transportasi penyeberangan laut diharapkan waspada terhadap potensi gelombang tinggi tersebut.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:

  • call center 021-6546318;
  • http://web.meteo.bmkg.go.id;
  • follow twitter @infobmkg;
  • aplikasi iOS dan android "Info BMKG";
  • atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Jakarta, 05 Maret 2017

Deputi Bidang Meteorologi BMKG

Dr. Yunus S. Swarinoto

  • 21 Okt 2017, 08:32:14 WIB
  • 5.5 SR
  • 10 Km
  • 3.97 LU - 127.69 BT
  • 24 Okt 2017, 11:08:31 WIB
  • 4 SR
  • 10 Km
  • 2.39 LS 121.34 BT
  • Pusat gempa berada di darat 28 km timur laut Luwu Timur
  • Dirasakan (Skala MMI) : II Soroako,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual