Mitigasi Bencana Gempabumi dan Tsunami "Paleotsunami"

  • Dwi Rini
  • 04 Agu 2017
Mitigasi Bencana Gempabumi dan Tsunami

Jumat, (4/8) BMKG melakukan Focus Group Discussion terkait potensi gempabumi dan tsunami di Indonesia pada tanggal 4 Agustus 2017 dengan narasumber Prof. Ron A. Harris, Ph.D. ahli geologi dari Department of Geological Sciences, Brigham Young University, USA. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka sharing hasil penelitian paleotsunami sebagai upaya mitigasi bencana gempabumi dan tsunami.

Deputi Bidang Geofisika, Dr. Ir. Muhammad Sadly di depan media massa bahwa bahwa tataan tektoniknya, Indonesia merupakan wilayah rawan bencana gempabumi dan tsunami. Beberapa lembaga penelitian baik dari dalam maupun luar negeri juga telah melakukan kajian paleotsunami sehingga melengkapi dan memperkaya penelitian kebencanaan terkait gempabumi dan tsunami di Indonesia. "BMKG sendiri, selama periode tahun 2010 hingga 2015 telah melakukan studi paleotsunami yang merupakan penelitian kebencanaan terkait gempabumi dan tsunami di wilayah selatan Pulau Jawa (Pangandaran, Cilacap, Pacitan), Pulau Bali, dan Pulau Lombok," ujar Sadly

Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bencana gempabumi dan tsunami di suatu wilayah, meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dan sebagai dasar dalam mendukung perencanaan pembangunan yang berwawasan bencana.

Berdasarkan UU No.31 tahun 2009 BMKG memiliki tugas pokok dan fungsi melakukan pengamatan, pengelolaan, serta pelayanan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami. Dalam hal BMKG menyiapkan informasi di atas, perlu didukung oleh penelitian, namun demikian sebelum hasil penelitian dipublikasi kepada masyarakat luas, setiap hasil penelitian perlu diverifikasi.

Sadly mengungkapkan bahwa BMKG terus berkomitmen untuk meningkatkan performa pengamatan (monitoring) aktivitas gempabumi, analisis, serta pelayanan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman bahaya gempabumi dan tsunami yang terjadi di wilayah Indonesia

Sementara Kepala Pusat Seismologi Geofisika Potensial dan tanda waktu, Dr. Jaya Murjaya, M. Siwilayah Indonesia merupakan daerah rawan gempabumi dan tsunami, termasuk wilayah Indonesia bagian Timur, sperti Ambon dan NTT. Kejadian Tsunami sendiri terjadi dari efek gempabumi yang berkekuatan besar diatas 7, 0 SR, terjadi di laut, kedalaman dangkal, dan patahannya naik-turun (vertikal).

  • 21 Okt 2017, 08:32:14 WIB
  • 5.5 SR
  • 10 Km
  • 3.97 LU - 127.69 BT
  • 20 Okt 2017, 07:37:15 WIB
  • 2.8 SR
  • 1 Km
  • 3.6 LS 102.65 BT
  • Pusat gempa berada di darat 8 km timur laut Kepahiang
  • Dirasakan (Skala MMI) : III Kepahiang,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual