Analisis Cuaca Terkait Hujan Lebat di Sebagian Besar Wilayah Lampung (20 Februari 2017)

  • 22 Feb 2017
  • RAMADHAN NURPAMBUDI, S.Tr (PMG Pelaksana Lanjutan Sta. Met. Kelas I Radin Inten II - Bandar Lampung BMKG)

Terjadi hujan mulai sore hingga keesokan pagi di hampir seluruh wilayah Lampung dengan intensitas yang beragam mulai dari ringan hingga lebat yang disetartai angin kencang dan juga petir.

Artikel Lainnya

Terjadi hujan mulai sore hingga keesokan pagi di hampir seluruh wilayah Lampung dengan intensitas yang beragam mulai dari ringan hingga lebat yang disetartai angin kencang dan juga petir.

Hujan lebat telah mengguyur kota Jakarta pada tanggal 21 Februari 2017, dimana tercatat di Stasiun Meorologi Kemayoran curah hujan terukur mencapai 180 mm/24 jam. Hujan terjadi pada sejak dini hari sekitar pada pukul 10.00 UTC atau pukul 03.00 WIB hingga sekitar pukul 03.00 UTC atau pukul 10.00 WIB. Hujan ini mengakibatkan beberapa titik di Kota Jakarta terendam air sehingga mengganggu transportasi darat Ibukota dan mengakibatkan kemacetan.

Telah terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Kab. Sekadau dan sekitarnya yang ditunjukkan dengan data pengamatan curah hujan di sekitar lokasi kejadian pada tanggal 19 Februari 2017. Kejadian ini bisa merupakan salah satu penyebab adanya banjir yang terjadi di Kab. Sekadau.

AMBON (kompas.com) - Cuaca buruk dan angin kencang menyebabkan pohon di kawasan pegunungan di Dusun Mahia, Kecamatan Leitimuar Selatan, Kota Ambon, Senin (30/1/2017) sore, tumbang dan menimpa sebuah rumah warga hingga rusak parah. Reruntuhan lalu menyebabkan seorang anak bernama Evan Telussa tewas dan dua lainnya luka-luka. Dua anak yang luka-luka, Ivan Telussa (4) dan Frits Telussa (14), menjalani perawatan intensif di RS dr Haulussy Ambon hingga kini. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Enrico Matitaputty, mengungkapkan, musibah itu terjadi pada saat wilayah kota Ambon sedang dilanda cuaca buruk dan angin kencang pada Senin kemarin. "Kejadiannya itu cuaca dan angin kencang menerpa wilayah kota Ambon kemarin. Para korban ini semunya keluarga," kata Enrico. Dia mengungkapkan, setelah mengetahui musibah tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan memberikan bantuan kepada keluarga korban. "Kami barusan mengunjungi rumah keluarga yang tertimpa musibah dan secepatnya akan memberikan bantuan kepada keluarga korban," katanya, Selasa (31/1/2017). Dia juga mengaku, pemerintah kota Ambon juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban terkait musibah tersebut. "Itu nanti dikoordinasikan dengan Dinas Sosial untuk santunannya," katanya. Terkait musibah tersebut, dia mengimbau masyarakat yang tinggal di lereng-lereng gunung dan bantaran sungai agar lebih waspada karena cuaca buruk dan hujan terus datang,. "Kami selalu ingatkan kepada warga terkait peringatan dini dari BMKG dan kami minta mereka yang tingal di daerah rawan bencana agar lebih waspada lagi," pintanya.

Telah terjadi hujan dengan intensitas sangat lebat di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kapuas Hulu, yang mengakibatkan beberapa tempat dan jalan di kota Pontianak terendam banjir sedangkan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dengan adanya kejadian hanyutnya seorang anak kecil terbawa aliran sungai yang cukup deras menyulitkan upaya pencarian oleh Tim SAR karena hujan lebat berlangsung (Sumber : Tribun Pontianak dan Pontianak Post).

Kendari (Kendari Pos Net).Terjadi Hujan lebat disertai Guntur ,di Kota Kendari tanggal 13 Februari 2017, sekitar pukul 23.00 WITA s/d tanggal 14 Februari 2017 jam 03.00 WITA dinihari. Hujan menimbulkan banyak terjadi genangan air di jalan-jalan utama maupun pemukiman penduduk,diakibatkan drainase tidak dapat menampung air hujan. Akibatnya banyak sampah-sampah yang ikut terbawa air hujan berserakan di pemukiman maupun di jalan-jalan utama.

Berdasarkan analisis parameter-parameter cuaca di atas, kondisi atmosfer di wilayah Banten cukup mendukung terjadinya pertumbuhan awan konvektif terutama awan cumulonimbus yang dapat menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang - lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Berdasarkan hasil analisa semua unsur cuaca diatas dapat disimpulkan bahwa jembatan roboh yang terjadi di Desa Cenggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima pada tgl 13 Februari 2017 di sebabkan oleh adanya dua tekanan rendah di wilayah Teluk Carpentaria dan di wilayah Samudera pasifik sebelah utara Papua yang mengakibatkan terjadinya konvergensi di wilayah pesisir selatan Jawa dan Selat Makassar bagian Selatan Sulawesi Selatan dan belokan angin di di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. Kondisi tersebut menyebabkan petumbuhan awan Cumulonimbus (CB) dan memberikan peluang hujan berkelanjutan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan berdurasi pendek

Analisis Hujan Disertai Angin Kencang di Kabupaten Banyuasin pada tanggal 8 Februari 2017

Berdasarkan informasi dari media massa "Balipost" (11/02/2017) menyebutkan "Kekhawatiran Bali dikepung bencana alam terbukti. Jumat (10/2) kemarin sebagian besar daerah di Bali mengalami bencana alam banjir dan tanah longsor. Ini semua akibat alam Bali yang sudah semakin rusak dari hulu ke hilir. Mulai dari Tabanan, Badung, Bangli dan Karangasem dilanda bencana alam". Jika menilik kebelakang, sejatinya bencana alam sudah mengintai Bali sejak awal bulan Februari 2017 dimana telah terjadi hujan sangat lebat di sejumlah wilayah di Bali. Tercatat beberapa kali hujan sangat lebat yang dikategorikan ekstrim melanda wilayah Bali bagian Selatan pada awal bulan Februari, kemudian disusul hujan ekstrim yang terjadi di wilayah Bali bagian Utara dan Timur dalam tiga (3) hari terakhir. Yang kemudian menimbulkan pertanyaan, apa yang menyebabkan hujan turun dengan begitu derasnya belakangan ini.

  • 22 Feb 2017, 12:31:43 WIB
  • 5.1 SR
  • 10 Km
  • 4.75 LU - 127.42 BT
  • 22 Feb 2017, 12:31:34 WIB
  • 3.3 SR
  • 10 Km
  • 4.67 LS 121.94 BT
  • Pusat gempa berada di darat 4km Tenggara Bombana
  • Dirasakan (Skala MMI) : I-II Rumbia,

Siaran Pers & Info Aktual