Hujan Berlalu, Kemarau Pun Tiba

  • 28 Apr 2017
  • RESTU PATRIA MEGANTARA (PMG Pelaksana Sta. Klim. Kelas Lombok Barat BMKG)

Meskipun beberapa hari terakhir ini hujan masih setia mengguyur sebagian wilayah NTB seperti Kota Mataram, sebagian Lombok Barat dan Lombok Tengah, namun di daerah lainnya seperti di Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa bagian timur, dan sebagian Lombok Timur curah hujan terpantau sudah mulai berkurang. Apakah hal ini mengindikasikan musim kemarau mulai memasuki wilayah NTB? Bagaimana prospek iklim di NTB selama periode kemarau tahun ini?

Artikel Lainnya

Sejumlah rumah warga di desa Kuala Dua di Rt 12,27 Rw 01 terendam banjir. Rata - rata ketinggian air mencapai betis sampai lutut orang dewasa. Runway Bandara Supadio digenangi air yang menyebabkan terhambatnya aktivitas penerbangan di bandara tersebut.

Kejadian banjir di SMP 28 Batam dan sejumlah komplek perumahan di kota Batam pada 14 November 2017. (Sumber : kompas.com, batam.tribunnews.com)

Telah terjadi hujan dengan intensitas sangat lebat di wilayah Kubu Raya pada tanggal 11 November 2017 khususnya di wilayah Bandara SUpadio dan sekitarnya. Faktor skala global yang dominan mempengaruhi terjadinya hujan sangat lebat tersebut yaitu hangatnya suhu muka laut dan anomali suhu muka laut yang positif di wilayah Kalbar. Faktor skala sinoptik yang dominan mempengaruhi terjadinya hujan sangat lebat tersebut yaitu adanya sirkulasi Eddy di wilayah Kalimantan yang dapat memicu terbentuknya awan-awan konvektif khususnya di wilayah Kalbar.

Hujan dengan intensitas lebat disertai petir pada tanggal 02 November 2017 yang menyebabkan genangan air di jalan dan tinggi air di parit-parit meningkat.

Dari sejumlah bencana banjir dan longsor yang terjadi, dapat diketahui bahwa penyebab utama adalah faktor meteorologis unsur curah hujan terutama intensitas hujan, distribusi hujan, dan durasi hujan. Faktor lain penyebab banjir adalah sifat-sifat fisis dari permukaan tanah, kandungan air tanah, dan permukaan tanah(tanah gundul, tanah yang ditumbuhi tanaman-tanaman dan lain-lain). Kondisi Iklim di wilayah Lampung bagian barat sangat berbeda dengan kabupaten- kabupaten lainnya yang ada di wilayah Provinsi Lampung karena Topografi Lampung bagian Barat memiliki khas tersendiri yaitu diapit oleh Bukit Barisan disebelah Timur dan Samudra Hindia sebelah Barat. Oleh karenanya iklim wilayah Lampung bagian barat dan pesisir bersifat lokal dan sangat mudah berubah dan memiliki potensi terjadinya cuaca ekstrim. Berdasarkan informasi media www.lampost.co lihat Lampiran I hal.10-11, pada tanggal 09 Nopember 2017 telah terjadi cuaca ekstrim berupa hujan dengan intensitas lebat yang mengakibatkan ratusan rumah warga di Pekon Mulangmaya dan Rajabasa, Kec.Ngaras Kab.Pesisir Barat, terendam banjir dengan ketinggian 1(satu) meter. Hasil analisis citra satelit dengan aplikasi Soft.SATAID menunjukan terlihat suhu puncak awan Cb mencapai rata-rata -60 s.d -72,5 dan suhu yang sangat dingin ini merupakan kreteria jenis awan Cb yang sangat kuat dan menjulang tinggi, konsentrasi awan di sebagian wilayah Lampung bagian Barat sangat kuat, dan dari data angin 3000 feet, pengaruh tekanan rendah (1005 s.d 1006 mb) di sebelah Barat Lampung menyebabkan terbentuknya konvergensi diatas wialayah Lampung bagian barat sehingga memengaruhi terbentuk pertemuan massa udara di atas wilayah Lampung bagian barat dan mengakibatkan tumbuhnya awan-awan konvektif kuat yang menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan berdurasi lama.

Hujan yang terjadi pada hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017 yang mengakibatkan banjir di Bandara Pongtiku Tana Toraja yang di muat di berita online Kareba Toraja.com. Dari data penakar hujan Stasiun Meteorologi Pongtiku tercatat 29.7 mm pada pengukuran jam 09.00 UTC (jam 17.00 WITA). Hujan terjadi jam 08.00 UTC (16.00 WITA)-09.00 UTC (17.00 WITA). Dari data kriteria hujan yang ditetapkan BMKG bahwa hujan >20 mm/jam dikategorikan dalam kriteria Hujan Sangat Lebat.

Kelembaban minimum yang mencapai 32 persen di wilayah Toraja sangat dipengaruhi faktor global yaitu ENSO Normal, MJO lemah di kuadran 3 serta anomali Suhu muka laut negatif yang berdampak pada minimnya pertumbuhan awan.

Nilai anomali SML perairan Aceh bagian Utara hangat bila dibandingan anomalinya. Adanya pusat tekanan rendah (Low Pressure ) di wilayah di samudera hindia Barat Sumatera dan Laut Cina Selatan yang dapat menyebabkan Shearline ( Belokan angin ) di Wilayah Propinsi Aceh sehingga terjadi penumpukan massa udara yang cukup signifikan dan menyebabkan terjadinya potensi hujan. Citra satelit Himawari08 Image IR dan time series suhu puncak awan pada saat bencana Banjir di wilayah Aceh Utara dapat mendukung kejadian bencana tersebut. Penggunanan data curah hujan per 3 jaman dari satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) untuk mengatasi kekosongan data dilokasi kejadian seperti pada wilayah Aceh Utara Hasil akumulasi hujan per 3 jaman dari satelit TRMM adalah berintensitas sedang hingga lebat untuk kejadian banjir wilayah tersebut.

Telah terjadi banjir yang menerjang 4 Desa di 3 Kecamatan yang terletak di Kabupaten Tanggamus. Akibat dari banjir ini puluhan rumah mengalami kerusakan yang cukup parah. Banjir yang dipicu oleh hujan deras ini menyebabkan meluapnya salah satu sungai di Kecamatan Napal Kabupaten Tanggamus. Air yang merendam 4 Desa ini diperkirakan setinggi 1 meter. Hujan lebat yang diprediksi terjadi di wilayah Tanggamus ini masih merupakan awal dari musim hujan untuk wilayah Lampung yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember hingga Januari tahun depan.

Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang sebagai Pusat Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Regional VIII, selama bulan Oktober 2017 telah menganalisa kejadian gempabumi yang terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya sebanyak 68 (enam puluh delapan) dengan 11 (sebelas) kejadian gempa bumi dirasakan. Gempabumi yang terjadi pada bulan Oktober 2017, berdasarkan kekuatannya lebih didominasi dengan gempabumi dengan kekuatan M < 4.0 yaitu sebanyak 41 (empat puluh satu) kejadian atau 60.29% dari seluruh kejadian gempabumi pada bulan Oktober 2017, sedangkan berdasarkan kedalaman pusat gempabumi lebih didominasi gempabumi dangkal dengan kedalaman dibawah 60 km (D < 60) yaitu sebanyak 45 (empat puluh lima) kejadian atau 66.18% dari seluruh kejadian gempabumi pada bulan Oktober 2017. Informasi lengkap mengenai jumlah gempabumi yang tercatat di wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya berdasarkan kekuatan dan kedalaman pusat gempabumi disajikan pada tabel Oktober 2017.

  • 19 Nov 2017, 01:36:41 WIB
  • 5.4 SR
  • 10 Km
  • 2.46 LU - 128.14 BT
  • 19 Nov 2017, 02:50:28 WIB
  • 4.3 SR
  • 10 Km
  • 0.94 LS 119.97 BT
  • Pusat gempa berada di darat 12 km tenggara Palu
  • Dirasakan (Skala MMI) : II-III Palu,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual