Beranda » Klimatologi » Informasi Gas Rumah Kaca



Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) atau lebih dikenal sebagai Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) didirikan pada tahun 1995 di Wilayah Bukit Kototabang. Selanjutnya Stasiun GAW Bukit Kototabang diresmikan pada tanggal 7 Desember 1996.



Gambar A. Stasiun GAW Bukit Kototabang

Sejak tahun 2004, Stasiun GAW melakukan pengamatan Gas Rumah Kaca (GRK) yang meliputi unsur CO2, CH4, N2O dan SF6 dengan menggunakan instrumen Arkit Flask Sampling. Pengamatan tersebut merupakan kerjasama antara BMKG dan NOAA-AS.



Gambar B. Instrument Airkit Flask Sampling

Sejak April 2011, pengukuran GRK di Stasiun GAW Bukit Kototabang dilakukan dengan menggunakan instrumen Analyzer dengan metode CRDS (Cavity Ring Down Spectrometer)



Gambar C. Instrument Analyzer CRDS



Pemantauan aktivitas Gas Rumah Kaca (GRK) yang terdiri dari unsur CO2, CH4, N26 di Stasiun GAW Bukit Kototabang telah dimulai sejak tahun 2004. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari jaringan pemantauan sampling udara global (Global Air Sampling Monitoring Network), yang merupakan kolaborasi kerja sama antara pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan National Oceanic and Atmosphere Administration (NOAA) - Earth System Research Laboratory (ESRL) Amerika Serikat. Hingga saat ini telah terbentuk jaringan pengamatan GRK fixed site yang terdapat di 65 lokasi dan 2 di atas kapal komersil. Pengukuran konsentrasi GRK di Stasiun GAW Bukit Kototabang dilakukan dengan metode Airkit Flask Sampling yang dilakukan setiap 1 (satu) kali seminggu dengan menggunakan dua buah tabung yang masing-masing berukuran 2.5 Liter.


Hasil pemantauan dari tahun 2004 hingga 2012 menunjukkan bahwa konsentrasi CO2 di Stasiun GAW Bukit Kototabang masih lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi rata-rata global (Gambar 1).



Gambar 1. Perbandingan Trend konsentrasi CO2 Global (garis biru), Mauna Loa (garis merah) dan Stasiun GAW Bukit Kototabang (garis hijau)

Namun sejak April 2011, pengukuran GRK di Stasiun GAW Bukit Kototabang dengan metode Airkit Flask Sampling untuk sementara waktu dihentikan. Sebagai gantinya untuk saat ini pengukuran GRK dilakukan dengan metode CRDS (Cavity Ring-Down Spectroscopy) yang menggunakan instrumen Picarro G3010 Analyzer. Berbeda dengan instrumen Airkit Flask Sampling ,instrumen ini hanya bisa mengukur 2 jenis konsentrasi GRK yakni CO2 dan CH4. Sehingga dengan demikian untuk pengukuran N2O dan SF6 untuk sementara tidak dilakukan lagi. Pengukuran dengan menggunakan metode CRDS ini dilakukan pada 3 level ketinggian yaitu 10 meter, 20 meter dan 32 meter. Hasil pengukuran konsentrasi CO2 dan CH4 hingga bulan Maret 2013 di Stasiun GAW Bukit Kototabang dapat dilihat pada Gambar 2 dan 3 di bawah ini.



Gambar 2. Trend Konsentrasi CO2 periode Januari 2004 - Maret 2013 di Stasiun GAW Bukit Kototabang

Pada bulan Maret 2013, konsentrasi CO2 di Stasiun GAW Bukit Kototabang tercatat sebesar 393,1 ppm. Hasil ini relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai konsentrasi CO2 pada bulan Pebruari 2013 yang sebesar 390,6 ppm (Lihat Gambar 2). Namun jika dibandingkan nilai rata-rata sejak pengukuran tahun 2004 sebesar 379,6 ppm, nilai konsentrasi CO2 hingga bulan Maret 2013 mengalami peningkatan sebesar 3,55 %.



Gambar 3. Trend Konsentrasi CH4 periode Januari 2004 - Maret 2013 di Stasiun GAW Bukit Kototabang

Konsentrasi CH4 pada bulan Maret 2013 sebesar 1882,3 ppb dimana nilai tersebut menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan nilai konsentrasi pada bulan Pebruari 2013 yang menunjukkan nilai 1860,1 ppb (Lihat Gambar 3). Nilai rata-rata konsentrasi CH4 sejak dilakukan pengamatan tahun 2004 hingga saat ini adalah sebesar 1817,0 ppb, sehingga dengan demikian nilai konsentrasi CH4 pada bulan Maret 2013 menunjukkan peningkatan sebesar 3.59%.


Berdasarkan laporan WMO GREENHOUSE GAS BULLETIN No. 8 Tanggal 19 November 2012 yang diterbitkan oleh World Meteorological Organization (WMO) melalui situs resmi di www.wmo.int/pages/prog/arep/gaw/ghg disebutkan bahwa hasil pemantauan GRK yang dilakukan melalui program GAW menunjukkan rata-rata global dari fraksi mol karbondioksida (CO2), metana (CH4), nitrous oksida (N2O) telah menghasilkan trend kenaikan yang baru pada tahun 2011 (Lihat Tabel 1).


Tabel 1. Perbandingan GRK berdasarkan nilai rata-rata dengan nilai rata-rata di stasiun GAW Bukit Kototabang.






Kontak kami :

Deputi Bidang Klimatologi
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika


Jl. Angkasa I No.2 Kemayoran Jakarta 10720
Telp. +6221-4246321 ext.1809
Email : pcu[at]bmkg.go.id






 

Bookmark and Share
blog comments powered by Disqus
Prakiraan Cuaca Indonesia
20 Mei 2013

Medan

Hujan Ringan
24 - 35 °C

Samarinda

Berawan
25 - 32 °C

Manado

Hujan Ringan
24 - 33 °C

Jayapura

Hujan Ringan
24 - 32 °C

Denpasar

Hujan Ringan
25 - 33 °C

Jakarta

Hujan Sedang
24 - 34 °C
Selengkapnya
Prakiraan Cuaca Indonesia
20 Mei 2013

Padang

Cerah Berawan
21 - 32 °C

Pontianak

Hujan Ringan
24 - 34 °C

Makassar

Hujan Ringan
24 - 32 °C

Ambon

Hujan Ringan
24 - 31 °C

Yogyakarta

Hujan Ringan
23 - 32 °C

Surabaya

Hujan Ringan
25 - 33 °C
Selengkapnya
Gempabumi Terkini Mag ≥ 5.0 SR
16-Mei-13 08:11:28 WIB


Lokasi : 0.01 LS-100.27 BT
Kedalaman : 218 Km
24 km TimurLaut AGAM-SUMBAR
tidak berpotensi TSUNAMI
Selengkapnya
Gempabumi Dirasakan
18/05/2013-22:35:57 WIB
Tanggal 4.6 SR
Kedalaman 112 Km
Lokasi 9.22 LS 124.33 BT
Keterangan
Pusat gempa berada di Darat 48 Km Barat Laut Kabupaten TTU
Dirasakan (MMI):
II-III Kefamanu,
Selengkapnya

 


_BMKG_Pusat.bmkg" -->