Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Sertifikasi Personel Meteorologi Maritim

  • HB Risya
  • 06 Jul 2022
Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Sertifikasi  Personel Meteorologi Maritim

Jakarta - Selasa (5/7) Pusat Meteorologi Maritim Kedeputian Bidang Meteorologi BMKG mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Sertifikasi Personel Meteorologi Maritim, yang dibuka langsung oleh Deputi Bidang Meteorologi Guswanto, M.Si. Kegiatan ini membahas tentang persiapan uji kompetensi, persyaratan asesor, standar kompetensi dan persyaratan lainnya sehingga dapat menjadi dasar pelaksanaan uji kompetensi, kegiatan ini juga dilakukan untuk merumuskan mekanisme pelaksanaan sertifikasi kompetensi untuk personel meteorologi maritim yang efektif dan efisien, sesuai degan peraturan perundangan yang berlaku

Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo, MT dalam laporan kegiatannya mengatakan saat ini pemanfaatan informasi meteorologi maritim telah menjangkau berbagai sektor seperti perikanan, pariwisata, minyak dan gas bumi, ekonomi, dan sebagainya. Perkembangan ini tentunya harus direspon dengan sigap oleh Pusat Meteorologi Maritim sebagai penyedia layanan informasi cuaca meteorologi maritim dengan meningkatkan kualitas layanan informasi yang diberikan kepada masyarakat.

Sebagai upaya merespon kebutuhan informasi yang terus meningkat, Pusat Meteorologi Maritim selalu meningkatkan performa layanannya dengan mengembangkan sistem pengamatan, pengelolaan data, metode prakiraan cuaca serta diseminasi layanan informasi dan cuaca maritim yang terintegrasi dengan baik, sehingga masyarakat dan stakeholder dapat memperoleh informasi yang cepat, tepat, akurat dan mudah dipahami.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, M.Si dalam sambutan pembukaaannya menyampaikan salah satu tantangan bagi BMKG saat ini adalah meningkatkan awareness masyarakat terhadap informasi cuaca yang diberikan. BMKG juga memberikan peringatan dini dan prediksi potensi bencana atau bahaya yang mungkin akan dihadapi oleh masyarakat akibat fenomena cuaca tertentu, serta rekomendasi untuk mitigasinya melalui informasi berbasis dampak (impact-based forecasts dan risk-based warnings)

Dalam hal ini penting bagi Kedeputian Bidang Meteorologi khususnya Pusat Meteorologi Maritim, untuk meningkatkan performa layanan informasi meteorologi maritim antara lain salah satunya dengan ketersediaan SDM yang kompeten dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam rangka mewujudkan dan menjamin SDM yang memenuhi standar nasional dan internasional dalam pelayanan informasi cuaca untuk sektor maritim, perlu dilakukan uji kompetensi terhadap personel meteorologi maritim di lingkungan BMKG. Uji kompetensi ini bertujuan untuk mewujudkan dan menjamin SDM yang melakukan pelayanan informasi meteorologi maritim telah memenuhi standar nasional dan internasional.

Pelaksanaan uji kompetensi ini sangatlah penting untuk memastikan bahwa kapasitas SDM BMKG sebagai ujung tombak pelayanan publik (public services) tidak diragukan lagi. Harapannya, dengan dilakukan sertifikasi personel meteorologi maritim dapat mewujudkan SDM yang handal, meningkatkan kualitas pelayanan informasi meteorologi maritim yang menghasilkan kepuasan pengguna informasi baik dari masyarakat maupun stakeholder, pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh staf dan pejabat dilingkungan Pusat Meteorologi Maritim, perwakilan dari Pusat Meteorologi Publik dan dari Pusat Meteorologi Penerbangan serta menghadirkan pembicara antara lain Bonardo Aldo Tobing, BSBA selaku Komisioner BNSP, Dr. Mulyono R. Prabowo, M.Sc dari Pusdiklat BMKG, Sujarwo, S.Si, M.Si dari Pusat Meteorologi Penerbangan dan Ana Oktavia Setiowati, S.Si, M.Si dari Pusat Meteorologi Publik.

 

Gempabumi Terkini

  • 20 Mei 2024, 20:42:24 WIB
  • 4.6
  • 22 km
  • 7.69 LS - 106.42 BT
  • Pusat gempa berada di laut 79 km BaratDaya Kabupaten Sukabumi
  • Dirasakan (Skala MMI): III Sindangbarang, III Nagrak, III Cibinong, III Cipamingkis, III Surade, III Jampang, II - III Cigaru, II-III Simpenan, II - III Kabupaten Sukabumi
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 79 km BaratDaya Kabupaten Sukabumi
  • Dirasakan (Skala MMI): III Sindangbarang, III Nagrak, III Cibinong, III Cipamingkis, III Surade, III Jampang, II - III Cigaru, II-III Simpenan, II - III Kabupaten Sukabumi
  • Selengkapnya →

Siaran Pers

Punya Banyak Manfaat, BMKG Berbagi Praktik Baik Teknologi Modifikasi Cuaca dengan TunisiaBali (20 Mei 2024) - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memberikan dampak positif di tengah laju perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan Dwikorita pada saat pertemuan Bilateral dengan Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati. "Seiring intensitas cuaca ekstrem yang tinggi memang negara kita (Indonesia-red) banyak menderita akibat bencana yang diakibatkannya dan itulah mengapa TMC menjadi salah satu pendekatan mitigasi yang bisa dilakukan pada saat kita terancam," kata Dwikorita di Posko TMC Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Minggu (19/5). Dwikorita menjelaskan bahwa TMC dapat dilakukan untuk memitigasi bencana seperti cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim. Misalnya, Indonesia pernah mengalami cuaca esktrem yang disebabkan oleh fenomena El Nino pada 2015, 2016, dan 2019 di mana banyak wilayah yang mengalami kekeringan dan kebakaran hutan. Akibat kejadian tersebut, kata dia, banyak kerugian yang disebabkan dan membuat masyarakat menderita. Oleh karenanya, berdasarkan hasil analisis BMKG pada saat El Ni�o tahun 2023, BMKG telah belajar banyak dan memanfaatkan TMC sebagai bentuk mitigasi terhadap dampak bencana yang dihasilkan. Diterangkan Dwikorita, pada saat El Nino, sering kali terjadi penurunan air tanah sehingga menciptakan lahan yang sangat kering dan sangat sensitif terhadap kebakaran hutan. Secara alami, jika dahan pohon saling bergesekan, maka kebakaran pun bisa terjadi. "Nah, TMC bisa digunakan untuk mengantisipasi kebakaran tersebut dengan menyemai awan-awan di wilayah yang rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Data yang dimiliki BMKG, Terdapat sekitar 90 atau 80% pengurangan kebakaran hutan," ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyampaikan bahwa BMKG telah melakukan cloud sheeding selama lima hari untuk menangani bencana hidrometeorologi banjir bandang dan banjir lahar hujan di Sumatra Barat. Sebanyak 15 ton garam disemai di wilayah Sumatra Barat untuk menahan intensitas hujan yang cukup tinggi dan berpotensi membawa material vulkanik sisa letusan Gunung Marapi. TMC dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi intensitas hujan di lereng Gunung Marapi dan memudahkan pencarian korban hilang. Seto menegaskan bahwa TMC sangat penting untuk menyelamatkan hidup manusia, menjamin kemakmuran, dan kesejahteraan manusia karena membantu produksi pertanian di daerah kering. Oleh karenanya usaha ini harus terus dilakukan secara kolektif. Sementara itu, Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati mengampresiasi kemampuan BMKG dalam melakukan TMC. Menurutnya, TMC merupakan pekerjaan yang sangat baik demi menjaga keberlangsungan hidup manusia. Abdelmonaam bercerita, Tunisia mencatat kekeringan selama 5-7 tahun yang menyebabkan pasokan air berkurang. Dan oleh karenanya, dengan kunjungan ke Indonesia, Tunisia ingin mencari solusi bagaimana TMC bisa dilakukan dengan efektif. Saat ini untuk menanggulangi persoalan tersebut Tunisia sedang melakukan desalinasi air laut atau proses menghilangkan kadar garam dari air sehingga dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup. Juga sedang mencoba memikirkan bagaimana bisa menggunakan air bekas dan air olahan. "Dan solusi lainnya adalah bagaimana bisa melakukan modifikasi cuaca. Bagaimana kita bisa mendatangkan hujan ke suatu negara. Itu sangat penting dan itulah sebabnya kami ada di sini hari ini dan berharap dapat terus bekerja sama," pungkasnya. (*) Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat Instagram : @infoBMKG Twitter : @infoBMKG @InfoHumasBMKG Facebook : InfoBMKG Youtube : infoBMKG Tiktok : infoBMKG

  • 20 Mei 2024